Kapolda: Pembuktian Kasus Uang Miliaran Rupiah Milik LS tidak Mudah

KBR68H, Jayapura – Tersangka Labora Sitorus (LS) mengklaim bisnis bahan
bakar minyak dan kayu yang dikelola perusahaan keluarganya adalah legal atau
sah. Dia membantah semua yang dituduhkan penyidik terhadapnya menyangkut
dugaan penyelundupan sejuta liter solar dan penjualan ribuan kubik kayu
ilegal.

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Tito Karnavian menuturkan, tersangka saat
diperiksa penyidik mengakui sejuta liter bahan bakar solar yang disita
adalah stok lama yang baru hendak dipasarkan.

“Misalnya masalah bbm dia mengatakan itu stok lama, sementara kita lihat
stok lama itu berakhir bulan Maret 2012, ijin dari pertamina Oktober 2012
sudah dihentikan. Berarti sudah tidak ada minyak lagi setelah itu. Kenapa
mereka dapat minyak, dari pemeriksaan lapangan nakhoda mengatakan mereka
dapat minyak dari kapal kapal diluar atau di laut,” ujar Tito.

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Tito Karnavian menambahkan, terkait ribuan
kubik kayu olahan yang disita di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tersangka
LS mengaku kayu tersebut dibeli dari masyarakat yang memiliki izin
pemanfaatan kayu di Kabupaten Raja Ampat. Diakui Tito, setidaknya ada tujuh
izin pemanfaatan kayu yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat dan dikelola
oleh masyarakat.

Setiap izin diberi kuota 50 kubik kayu per tahun, namun pada kenyataannya
yang dijual ke LS melebihi kuota tersebut. Hal lain, menurut Tito, dari
hasil penyelidikan diketahui tidak semua kayu yang dibeli oleh perusahaan LS
memiliki izin artinya banyak anggota masyarakat yang menjual secara ilegal.

“Jadi banyak yang tidak punya izin jual ke LS. Sebab menurut masyarakat
untuk membuat perizinan sangat susah. Tentunya ini sangat dilematis karena
menyangkut masalah sosial. Namun tetap ada unsur pelanggarannya,” terangnya.

Diakui Tito, untuk pembuktian dalam dua kasus ini memang agak sulit apabila
hal itu dikaitkan dengan uang ratusan miliar di rekening tersangka.

Labora Sitorus adalah pemilik utama perusahaan PT. Seno Adi Wijaya (SAW)
yang bergerak di bisnis penjualan bbm, dan PT. Rotua yang bergerak di bidang
pengelolan dan penjualan kayu. Labora dikenakan pasal berlapis atas dugaan
penyelundupan sejuta liter bahan bakar solar yang ditangkap pertengahan
Maret lalu, penyitaan 115 kontainer berisi ribuan kubik kayu dan tindak
pidana pencucian uang. Dia diancam pidana penjara diatas 5 tahun. (Andi
Iriani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s