Hutan Papua Jadi Hutan Produksi, Menteri Kambuaya Akui Belum Tahu

 

Hutan Papua Jadi Hutan Produksi, Menteri Kambuaya Akui Belum Tahu Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya (memegang microfon). Foto: Andi Iriani

KBR68H, Jayapura – Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengaku belum mengetahui adanya rencana perubahan Rencana Rata  Ruang Wilayah (RTRW) Papua untuk melepaskan 800 ribu hektar hutan Papua menjadi lahan produksi. Ini berlaku setelah moratorium ijin kehutanan berakhir pada Mei mendatang.

Kalaupun rencana itu benar benar ada, kata dia, tentunya harus dilakukan secara hati-hati karena bisa menimbulkan efek negatif bagi daerah. Sebab selama ini, pengalihan fungsi hutan selalu berdampak cukup besar terhadap kelangsungan hidup masyarakat seperti bencana banjir, tanah longsor maupun bencana lainnya.

“Tapi seperti yang sudah saya sampaikan tadi bahwa, tidak dengan begitu kita harus mematikan investasi segala macam karena itu juga untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat kita. Oleh karena itu peran kami disini sebagai penanggung jawab hal hal lingkungan, kita harus tetap melalui kajian lingkungan hidup strategis. Ini kayaknya harus dibuat juga hukum lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya.

Kambuaya mengatakan, untuk mengantisipasi timbulnya efek negatif terhadap lingkungan memang seharusnya ada moratorium yang memperhatikan lingkungan. Sementara moratorium ijin baru kehutanan yang saat ini tengah berjalan akan berakhir pada Mei mendatang.

Sebelumnya, pada 2012 lalu Menteri Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang perubahan fungsi hutan Papua dari kawasan hutan menjadi non hutan, hutan produksi, dan area bukan hutan menjadi hutan. SK tersebut menindaklanjuti permintaan Gubernur Papua kala itu, Barnabas Suebu. SK ini dikhawatirkan menjadi ancaman bagi kelangsungan hutan Papua yang menjadi salah satu paru-paru dunia dengan luas hampir 30 juta hektar. Pasalnya, ijin moratorium akan berakhir pada Mei mendatang. Sehingga hampir dipastikan hutan Papua akan digunduli untuk kepentingan investasi. (Andi Iriani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s