Presiden SBY Didesak Cabut Moratorium Pemekaran Khusus Papua

Presiden SBY Didesak Cabut Moratorium Pemekaran Khusus PapuaSalah satu wilayah di Mamberamo Tengah nampak lewat udara. Foto: Khatarina Lita

KBR68H, Jakarta-  DPR Papua mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencabut moratoriumpemekaran di Papua.

Ketua DPR Papua John Ibo menuturkan, pencabutan moratorium tersebut, salah satunya agar pembangunan di Bumi Cenderawasih tidak berjalan lamban. Apalagi gelontoran dana Otsus selama 12 tahun dianggap berjalan di tempat dan belum bisa menuntaskan kemiskinan, ketertinggalan dan keterisolasian.

“Supaya presiden pertama cabut dulu moratorium khusus untuk Papua, karena moratorium untuk Papua justru membuat beban untuk pembangunan sangat berjalan lambat. Rakyat harus mendapat sentuhan dari pemerintah. Kita memiliki daerah-daerah dengan isulemen yang sangat tinggi dan itu membutuhkan dana sangat besar. Mereka sering bertanya dana besar kemana, dana besar untuk siapa?” kata John Ibo.

Ketua DPR Papua John Ibo menambahkan, dana besar yang digelontorkan oleh pemerintah pusat, tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Indonesia. Untuk mengangkut barang ke pedalaman misalnya, hanya bisa digunakan dengan pesawat berbadan kecil  yang harus disewa dengan biaya hingga ratusan juta.

DPR Papua mengklaim telah memaparkan kepada pemerintah pusat bahwa pemekaran daerah di tanah Papua adalah kebutuhan mendesak. DPR setempat mengklaim saat ini ada 16 dari 20-an daerah otonom baru  kabupaten/ kota yang telah disetujui oleh Komisi II DPR RI dan sedang dalam proses persetujuan pemerintah pusat. (Katharina Lita)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s