Keluarga Korban Pembunuhan Pendeta oleh Oknum TNI Tolak Tuntutan Oditur

Keluarga Korban Pembunuhan Pendeta oleh Oknum TNI Tolak Tuntutan OditurAyah korban, George Metalmety menunjukkan foto korban semasa hidup. Foto: Andi Iriani

KBR68H, Jayapura – Keluarga pendeta Frederika Metalmety, korban penembakan oleh anggota TNI di Kabupaten Boven Digul Papua menolak tuntutan Oditur Militer yang menuntut terdakwa 15 tahun penjara ditambah pemecatan dari kesatuan.

Ayah korban, George Metalmety menilai, tuntutan yang diberikan tidak sepadan dengan perbuatannya yang telah menghilangkan dua nyawa manusia dengan sengaja. Karena pada saat dibunuh korban tengah hamil 6 bulan.

“Jelas sangat tidak terima karena tidak sesuai perbuatan dia, apalagi mereka minta pembelaan, sudah salah kenapa harus minta pembelaan. Dan hal ini kami serahkan kepada Tuhan. Sebenarnya saya kesal sekali, kami tidak pernah diminta  untuk dari phak keluarga apakah ada tanggapan dan lain lain. Itu kami sangat menyesal, dan kami minta hukuman seumur hidup,” harapnya.

Ayah korban, George Metalmety juga menilai, ada kejanggalan dalam proses persidangan. Sebab ada sejumlah bukti  seperti hasil visum dokter yang tidak diungkap dalam persidangan.

“Dari hasil visum dokter rumah sakit Boven Digul, itu dalam tubuh korban terdapat janin yang berumur 6 bulan. Tapi dalam persidangan tidak pernah diungkap. Hal itu yang membuat kami selaku orang tua dan keluarga tidak bisa menerima,” tegas George Metalmety.

Selain itu, pihak keluarga menduga ada aktor intelektual dibalik pembunuhan korban. Diakui,  korban sebelum meninggal sempat menyinggung nama bekas Dandim Boven Digul, Eko Supriyanto dan seorang anggota Kopassus bernama Yulianto.

“Kami sudah pernah meminta agar kedua orang ini diperiksa, tapi tidak pernah digubris oleh penyidik POM. Termasuk meminta pengungkapan adanya janin di tubuh korban melalui tes DNA.  Karena kami menduga keras pembunuhan erat kaitannya dengan kehamilan korban,” jelas George Metalmety.

Pihak keluarga berencana bakal meminta peninjauan kembali kasus ini ke Panglima Cenderawasih. Sebelumnya, Oditur Militer menuntut terdakwa, Irfan anggota Kodim Bovend Digul dengan pidana penjara  15 tahun sebagaimana pasal pembunuhan dalam KUHP, ditambah pemecatan. Berdasarkan fakta persidangan terungkap bahwa, terdakwa membunuh korban karena cemburu. (Andi Iriani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s