Terkait Dana Lapter, Tokoh Masyarakat Nabire Minta Bupati Transparan

Terkait Dana Lapter, Tokoh Masyarakat Nabire Minta Bupati Transparan Lokasi lapangan terbang (lapter) di Nabire. Foto: Khatarina Lita

KBR68H, Jayapura- Sejumlah tokoh masyarakat Nabire  mendesak Pemda setempat untuk transparan dalam pertanggungjawaban pembangunan dana Rp 17 miliar yang diperuntukkan bagi  pembangunan lima lapangan terbang (lapter) di Nabire.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Yohanes Tebay menuturkan dari total dana tersebut, pemda baru menyerahkan dana sekitar Rp 300 juta kepada warga di Distrik Dikea dan Lokodemi, setelah pembangunan lapter selesai. “Padahal dalam alokasi dana APBD 2011 disebutkan dana untuk masing-masing lapangan terbang senilai Rp 1 miliar,” jelasnya di Jayapura, Selasa (5/2).

Sehingga masyarakat setempat menduga ada korupsi dalam alokasi dana pembangun lapter. Apalagi hasil audit BPK tahun 2012 menyebutkan, kerugian negara dalam pembangunan lapter itu  mencapai Rp 8 miliar. “Realisasi kegiatan tidak mencapai 100%. Hasil audit BPK juga  sudah jelas, mestinya ini yang digunakan aparat penegak hukum sebagai dasar memproses para pelaku korupsi,” ungkapnya.

Apalagi saat ini komitmen Kapolda Papua, Tito Karnavian  untuk memberantas korupsi harus didukung semua pihak. “Jika terbukti, tangkap dan adili siapapun pelakunya. Apakah dia bupati atau kepala dinas,” katanya.

Anggota DPR Papua, Hagar Aksamina Madai menduga pembangunan dua lapter di Nabire ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh pejabat setempat. Apalagi dua lapter itu lebih banyak dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. “Laporan warga saat kunker kemarin, pada akhir 2012  Bupati Nabire mengunjungi lapter,  lalu menyerahkan uang sebesar Rp. 300 juta. Saat itu bupati mengaku dana tersebut adalah bantuan,” katanya.

Sebelumnya, Polda Papua menduga ada keterlibatan Bupati Nabire dan Kepala Dinas Perhubungan Nabire, dalam indikasi korupsi senilai Rp 2 miliar dalam pembangunan dua bandara perintis  di Distrik Dikea dan Lokodemi, Kabupaten Nabire. Dalam penyelidikannya, pembangunan yang dibiayai oleh dana APBD tahun 2011 ini pembangunannya tidak sesuai dengan peruntuknya. Apalagi bandara tersebut  tak kunjung selesai hingga tahun ini.(Katharina Lita)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s