Jurnalis Papua Gelar Aksi Solidaritas Kecam Pemukulan Wartawati Paser TV

Jurnalis Papua Gelar Aksi Solidaritas Kecam Pemukulan Wartawati Paser TVAksi protes Jurnalis Papua terhadap pemukulan wartawati Paser TV di Kalimantan Timur . Foto: Andi Iriani

KBR68H, Jayapura – Puluhan jurnalis di Kota Jayapura, Papua turun ke jalan menggelar aksi protes terhadap pemukulan wartawati Paser TV di Kalimantan Timur yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa dan sejumlah orang suruhannya, Sabtu pekan lalu. Akibat  pemukulan ini, korban Nurmila Sari Wahyuni mengalami keguguran setelah sempat diinjak oleh salah satu pelaku.

Aksi protes diawali dengan berjalan kaki dari kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) menuju taman Imbi. Dalam aksinya para jurnalis yang tergabung dari sejumlah organisasi pers di Papua ini, juga menggelar aksi teatrikal yang menunjukkan bagaimana para pelaku menghalangi dan memukuli korban saat melakukan peliputan.

Salah satu koordinator lapangan, Chandry Suripatty dalam orasinya meminta dengan tegas aparat Kepolisian setempat mengusut tuntas kasus pemukulan ini.

“Jangan lagi ada kekerasan terhadap jurnalis, hidup pers ! Kita berduka, semua berduka. Salah satu pekerja pers wartawati di Kalimantan timur dianiaya, sungguh tragis kejadian ini. Dimana perlindungan terhadap pers, sementara undang undang sudah ada, tetapi kekerasan tetap terjadi,”  teriak Chandry.

Salah satu koordinator lapangan, Chandry Suripatty yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Adovkasi IJTI Papua,  juga meminta Pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan sosialisasi tentang Undang undang Pers nomor 40, hingga ke tingkat aparat kampung. Agar ke depan peristiwa ini tidak terulang lagi.

Selain melakukan aksi teatrikal, para jurnalis juga melakukan aksi pembakaran ban dan penanggalan kartu pers sebagai bentuk kecaman terhadap para pelaku pemukulan.

Sebelumnya, wartawati paser TV, Nurmila Sari Wahyuni dikeroyok oknum kepala desa Rantau Panjang, Kalimantan Timur bersama beberapa orang suruhannya, pada Sabtu pekan lalu.

Saat itu korban sedang melakukan tugas peliputan sengketa lahan di kampung Paser, Balikpapan Kalimantan Timur. Akibat pengeroyokan tersebut, korban yang tengah hamil muda keguguran anak ketiganya. (Andi Iriani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s