Dua Petugas Survei di Merauke Ditemukan Selamat

Dua Petugas Survei di Merauke Ditemukan Selamat Juru bicara Polda Papua, I Gede Sumerta Jaya. Foto: Khatarina Lita

KBR68H, Jayapura-  Dua petugas survei PT Merauke Rayon Jaya, Diah Puspasari dan Ipsan Nanera, yang dinyatakan hilang sejak 9 Februari lalu, saat ini sudah berada di Merauke, Papua.

“Keduanya telah kembali sejak 1 Maret lalu dengan diantar oleh warga setempat dari Desa Yamai di Kabupaten Mappi,” kata Juru bicara SAR Merauke, Darmawan lewat telepon selularnya, Rabu (6/3).

Dari hasil dialog dengan kedua petugas survei tersebut, Darmawan menjelaskan, keduanya terpisah dari rombongan, sehingga Diah dan Ipsan Nanere yang merupakan purnawirawan TNI AD kembali ke tempat awal mereka bersama-sama, mereka sebut titik nol.

‘’Selama tiga hari mereka di titik nol itu, dengan harapan teman-teman mereka juga kembali ke tempat itu, namun tidak kunjung tiba, sehingga mereka berinisiatif keluar dari tempat tersebut dengan cara menyusuri kali kecil, dengan harapan bisa bertemu sungai besar,’’ kata Darmawan.

Keduanya berada dalam hutan dan hilang kontak dengan dunia luar selama 21 hari sampai pada tanggal 28 Februari keduanya tiba di Desa Yamai, Kabupaten Mappi. “Persediaan makan mereka habis, sehingga mereka hanya makan ikan kecil dan kodok-kodok yang mereka temukan. Diah mengaku berat badannya turun 11 kilogram,’’ jelasnya.

Juru bicara Polda Papua, I Gede Sumerta Jaya mengatakan, laporan kehilangan dua petugas survey PT Merauke Rayon Jaya telah dicabut, lantaran keduanya sudah ditemukan dan kembali di Merauke dengan selamat.  “Saat penjemputan kedua petugas survey di Dermaga Kali Bian, kondisi fisik keduanya lemah. Mereka mengaku tersesat dan hanya menyisiri sungai kecil dengan harapan akan bertemu dengan masyarakat setempat,” jelasnya, Rabu (6/3).

Sebelumnya, Diah Puspasari dan Ipsan Nanere dinyatakan hilang sejak 9 Februari 2013, saat melakukan survey di Kampung Selouw Kabupaten Muting Merauke. PT Merauke Rayon Jaya bergerak dibidang Hutan Tanaman Industri dengan ijin Surat Keputusan  Menteri Kehutanan Nomor: SK/251/MenHut-II/2008, perubahan atas keputusan Menhut No SK/05/KPTS-II/1998 tentang pemberian hak pengusahaan huatan tanaman industry pulp atas arela seluas 206.800 hektar di Papua. “Kegiatan operasional perusahaan ini telah dilakukan di Kabupaten Boven Digoel sejak tahun 2007-2011 dalam observasi lahan. Pada tahun 2013 mulai melakukan survey di Kabupaten Merauke,” ungkap I Gede. (Katharina Lita)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s